Apa yang anda cari?

Sabtu, 17 September 2016

PENCAK SILAT DAN KEBUGARAN JASMANI


PENCAK SILAT DAN KEBUGARAN JASMANI

A. Pencak Silat
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.  
 
Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.      
  
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri.
Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional.Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.    
        
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional.Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

 
1. Sejarah Pencak Silat
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan. 

Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur.Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia.Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat.Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya.  
 
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di semenanjungMalaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dancekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan namabersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah "silat" paling banyak menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari Sumatera ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara.           

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan.    
                                                                
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di nusantara.Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren.Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil.                                                                            
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela Negara.Silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan beladiri ini.                                                                                                   
Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh Indonesia.Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.  
                                               
Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketuaIPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.   
                                                                                
Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei.Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa.Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.



2. Senjata
Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam senjata.antara lain:
  • Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
  • Kujang: pisau khas Sunda
  • Samping/Linso : selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
  • Galah : tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu.
  • Cindai : kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
  • Tongkat/Toya  : tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
  • Kipas : kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
  • Kerambit/Kuku Machan : sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
  • Sabit/Clurit : sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
  • Sundang : sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah.
  • Rencong : belati Aceh yang sedikit melengkung.
  • Tumbuk Lada : belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti "penghancur lada".
  • Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
  • Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
  • Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
  • Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga.
  • Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti "cabang".











B. Kebugaran Jasmani

          Kebugaran jasmani ialah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dengan ringan tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain. Ada tiga hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu:
1.     Fisik berkenaan dengan otot, tulang dan lemak.
2.     Fungsi organ berkenaan dengan efisien sistem jantung, pembuluh darah dan pernapasan (paru-paru).
3.     Respons otot (kelenturan, kekuatan, kecepatan dan ketahanan).

Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani. Unsur-unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari-hari antara lain kekuatan, daya tahan dan keseimbangan. Berikut ini akan diuraikan bentuk-bentuk latihan kekuatan dan daya tahan yang dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah namun menghasilkan kebugaran yang maksimal apabila dilakukan dengan benar, teratur dan dalam jangka waktu yang lama.

Kekuatan adalah kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Bentuk latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan, yaitu latihan-latihan tahanan (resistance exersice) dimana kita harus mengangkat, mendorong atau menarik suatu beban. Beban itu bisa anggota tubuh kita sendiri (internal resistance) atau beban dari luar (external resistance). Agar hasilnya baik, latihan tahanan harus maksimal untuk menahan beban tersebut dan beban harus sedikit demi sedikit bertambah berat agar perkembangan otot meningkat. Bentuk latihannya, antara lain mengangkat barbell, dumb-bell, weight training (latihan beban), lempar bola medicine dan latihan dengan alat-alat menggunakan per (spring devices).

Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Manfaat kekuatan bagi tubuh adalah sebagi berikut:
1.     Sebagai penggerak setiap aktivitas fisik.
2.     Sebagai pelindung dari kemungkinan cedera.
3.     dengan kekuatan akan membuat orang berlari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih keras dan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.

                         Push-up (Telungkup Dorong Angat Beban)
1.     Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot lengan
2.     Cara melakukannya sebagai berikut:
  • Tidur telungkap, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai.
  • kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari menghadap ke depan, siku ditekuk.
  • Angkat badan ke atas sehingga kedua tangan lurus, kepala, badan dan kaki berada dalam satu garis lurus.
  • Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan dan kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai.
  • Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.

Push-up (Telungkup Dorong Angat Beban)

Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu 10-15 kali dan 20 kali. Dari tahap ke tahap berikutnya diselingi istirahat kurang lebih 30 detik.
                            
   Pull-up (Gantung Angkat Tubuh)
1.     Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot lengan.
2.     Cara melakukannya sebagai berikut:
  • Sikap awal bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke arah kepala, kedua lengan lurus.
  • Ankgat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan sehingga dagu berada diatas palang.
  • Badan diturunkan kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara posisi kepala, badan dan kaki tetap lurus.
  • Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
Pull-up (Gantung Angkat Tubuh)


Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu 10 kali, 15 kali dan 20 kali. Setiaptahap diselingi waktu kurang lebih 30 detik.

                        Latihan Otot Punggung (Back up)
1.     Tujuannya adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot punggung.
2.     Cara melakukannya sebagai berikut:
Sikap awal: tidur telungkap, kedua kaki rapat lurus ke belakang, kedua tangan dengan jari-jari berkaitan diletakkan di belakang kepala (pergelangan kaki dapat dipengangi teman.

Angkat badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi menyentuh lantai, kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
Badan diturunkan kembali ke sikap awal.
Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

Lakukan secara bertahap, yaitu dimulai dari 10 kali, 15 kali dan 20 kali. Setiaptahap diselingi waktu kurang lebih 30 detik.

Latihan Otot Punggung (Back up)

                       Squat Jump
1.     Tujuan adalah melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai.
2.     Cara melakukannya gerakan sebagai berikut:
  • Berdiri tegak salah satu kaki di depan, kedua tangan di belakang kepala.
  • Kedua kaki ditekuk sampai pantat menyentuh tumit, badan tetap tegak dan tangan tetap diatas kepala.
  • Meloncat ke atas sampai kedua kaki tergantung lurus.
  • Mendarat dengan menukar posisi kaki yang semula di depan menjadi di belakang, pantat menyentuh tumit.
  • Gerakan dilakukang berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.
  • gerakan dinyatakan gagal apabila :
          a. loncatan tidak penuh (kaki tidak tergantung lurus di udara).
          b. tangan terlepas dari belakang kepala.
          c. posisi kaki tidak ditukar.
          d. pantat tidak menyentuh tumit.


Squat Jump


Latihan ini dilakukan secara bertahap, yaitu dimulai dari 10 kali, 15 kali dan 20 kali. Setiaptahap diselingi waktu kurang lebih 30 detik.

                        Naik Turun Bangku
1.     Tujuannya adalah untuk melatih kekuatan dan daya tahan oto tungkai.
2.     Cara melakukan sebagai berikut:
  • Berdiri tegak menghadap bangku.
  • Salah satu kaki dinaikkan ke bangku, disusul kaki yang lain.
  • Kaki diturunkan secara bergantian, posisi badan tetaptegak.
  • Gerkan dilakukan berulang-ulang sampai merasa tidak kuat.

Pada prinsipnya, latihan kekuatan dan daya tahan adalah gerakan dengan berulang-ulang dan dilakukan menurut kemampuan tiap individu.

Untuk menjaga keselamatan dalam latihan kebugaran jasmani harus memperhatikan hal-hal, yaitu latihan yang terprogram dan terartur di bawah pengawasan instruktur dan istirahat yang teratur serta makanan yang bergizi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar