Apa yang anda cari?

Kamis, 23 Maret 2017

REVIEW BUKU

MATAHARI - TERE LIYE - PART 1

Novel Matahari merupakan novel ke-3 dari serial Bumi. Novel ini melanjutkan perjalanan Ali, Raib, dan Seli setelah mereka mengetahui bahwa dunia tak sesederhana yang mereka pikirkan. Ada dunia berlangsung dalam satu tempat tapi tak mengganggu dunia yang lainnya. Dunia ini disebut dunia paralel. Tak usah berlama-lama lagi, kita langsung kupas saja buku ini, let's check it out!

A. Review
Novel Matahari menceritakan tentang obsesi Ali menemukan Klan Bintang. Awalnya, Ali berusaha membujuk Raib menggunakan "Buku Matematikanya" untuk berteleportasi langsung ke Klan Bintang, namun Raib menolak karena ia telah berjanji kepada Miss Selena bahwa ia tidak akan menggunakan Buku Kehidupan sebelum beliau datang. Ali tidak putus harapan, ia menggabungkan teknologi Klan Bulan dan Klan Matahari untuk membuat kendaraan berupa kapsul terbang seperti UFO yang dinamai ILY untuk berkelana menuju Klan yang berada di "Titik Terjauh" tersebut. Ali menamai kendaraan tersebut ILY untuk menghormati temannya, Ily, yang meninggal saat berpetualang mengikuti kompetisi mencari Bunga Matahari yang pertama mekar bersamanya, Raib dan Seli di Klan Matahari.

Karena Raib tak mau meminjamkan Buku Kehidupan kepadanya, Ali terus mempelajari tentang buku-buku dan naskah-naskah kuno yang ia dapatkan dari Av. Ali terus mencari tanpa lelah tapi tak ada hasilnya sedikitpun, sampai.... YA! Ia akhirnya mendapatkan gulungan yang berkaitan satu sama lain dan menjadi suatu peta yang menunjukan dimana tempat Klan Bintang berada.

Klan Bintang didefinisikan sebagai Klan yang letaknya paling jauh dari Klan-Klan yang lain. Namun teori itu salah besar! Menurut gulungan kuno tersebut, penduduk Klan Bintang merupakan Klan Bumi, Bulan, dan Matahari yang bertugas menjaga pasak-pasak Bumi agar kekuatannya bisa dikontrol dan tidak menimbulkan kerusakan yang parah.

Otak Ali kembali segar setelah mengetahui dimana letak pasti Klan Bintang berada. Klan Bintang berada di perut bumi pada kedalaman yang sangat rendah. Untuk masuk kesana, ada sebuah terowongan vertikal yang langsung menuju Klan Bintang. Untuk menemani petualangannya, Ali mengajak Raib dan Seli untuk ikut bersama. Cerita yang sebenarnya baru akan dimulai!

Setelah perjalanan dari rumah Ali, ke tempat terowongan itu berada, meraka langsung mencoba masuk namun sayang... Terowongan itu tertutup. Raib dan Seli turun untuk menghancurkan batu besar tersebut. Raib bersiap memukul, salju mulai berguguran di sekitarnya dan booommm...!!! Sebuah dentuman keras menggelegar menyebabkan spesies burung malam beterbangan karena terkejut. Itulah salah satu kekuatan milik Klan Bulan, Pukulan Berdentum! Seli pun tak kalah hebat, ia menggunakan kekuatan telekinesinya untuk memindahkan pecahan batu yang berserakan. Ketika mengangkat reruntuhan tersebut... tiba tiba, terdengar suara ular berdesis pssttt... pzzztttt... makin lama makin mendekat rasanya. Dan Khuuaa...! Seekor ular raksasa dengan panjang puluhan meter keluar dari sela-sela hutan. Raib dan Seli kaget dengan kedatangan ular tersebut, tapi setelah perlawanan yang sengit mereka bisa melumpuhkan monster tersebut. Mereka bingung bagaimana bisa ular tumbuh sampai sebesar ini? Apa mungkin ular itu merupakan penjaga agar tak ada lagi yang bisa menguak keberadaan Klan Bintang?

Mereka melanjutkan perjalanan menuruni terowongan yang lebih lazim dibilang "sumur" tersebut. Terowongan sangat persis seperti sumur, namun dengan diameter berkali-kali lipat besarnya dari sumur biasa. Jam demi jam mereka lewati untuk menuruni Terowongan tersebut tapi nihil, tak ada apapun di dalam sana. Ali berkata bahwa ini wajar karena Klan Bintang terletak jauh di perut bumi. Hampir pagi menurut jam mereka tapi tetap saja nihil, akhirnya mereka memutuskan melakukan jaga bergantian dan ILY dirubah ke mode automatic pilot. Tak ada cahaya kecuali lampu ILY yang menerangi terowongan. Penantian mereka terbayar akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang luar biasa luas, sebesar kota. Saat ILY masuk, lampunya memantul ke dinding-dinding ruangan sehingga membuat ruangan menjadi terang. Mereka memutuskan turun dan menelusuri daerah tersebut tiba tiba... pzzttt.... pssttt... desis yang sama! Mereka bersiaga gerombolan ular yang sama seperti di bibir gua melata dengan lincah hendak menyerang mereka. Mereka kewalahan, ular terus keluar dan semakin banyak! Seli mengangkat sarung tangannya dan menyerap seluruh cahaya, Raib menghilang untuk menghindari ular tersebut, namun sia-sia! Lama tinggal di tempat gelap meningkatkan kepekaan ular terhadap benda di sekitarnya. Akhirnya Raib mempunyai ide! Ia mengangkat sarung tangannya dan cahaya yang sangat terang memancar dari tangannya ular itupun merasa terganggu dan akhirnya pergi menjauh. Ali, Seli, dan Raib secepat mungkin lari ke arah ILY berada dan menaikinya. TO BE CONTINUED

B. Penutup
Hahahhahaha.... gimana seru kan? Apa masih kurang? Main potong aja? Sabar dong sabar... -_- capek nih cari gue ngetiknya :v InsyaAllah di kesempatan berikutnya, saya akan melanjutkan perjalanan Ali, Raib, dan Seli dalam petualangan mereka menemukan Klan Bintang yang sudah lama hilang. Sabar ya semua! Pasti akan ada lanjutannya.
GOOD BYE!
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar